ARTIKEL KESEHATAN WANITA - PASUTRISEHAT.COM

Tak Berdarah Saat Pertama Kali Melakukan Seks, Apakah Tanda Tidak Perawan?

payudara membesar, tak berdarah saat pertama melaukan seks

Pasutrisehat.com – Bagi anda yang akan melangsungkan pernikahan atau untuk anda yang baru menikah(pengantin baru) wajib baca artikel ini. Karena ini sangat penting bagi keharmonisan keluarga anda.

Catat: Jangan terburu-buru menilai pasangan sudah tidak perawan hanya karena vagina tidak mengeluarkan darah saat berhubungan seks di malam pertama.

Apakah benar bercinta dengan perawan pasti berdarah?

Jawabannya adalah mitos, kata Dokter Spesialis Kandungan sekaligus CEO Boykepedia, Boyke Dian Nugraha dikutip dari Vidio.com pada Jumat (5/5/2017)

Dari hasil penelitian di banyak negara pun, kata Boyke, hanya 63 orang dari 100 orang perempuan yang berdarah saat berhubungan seks pertama kali. “37 orangnya lagi tidak berdarah,” katanya menambahkan.

Ada tiga alasan mengapa wanita tidak berdarah saat pertama kali berhubungan seksual:

  1. Robeknya selaput dara tidak mengenai pembuluh darah sehingga tidak ada darah yang keluar dari vagina.
  2. Robeknya selaput dara mengenai pembuluh darah yang kecil, sehingga darah tidak ke seprai tapi masuk ke dalam rongga vagina.
  3. Selaput dara itu elastis. Beberapa wanita mempunyai selaput dara tebal dan elastis yang kita sebut dengan selaput dara tipe enamon atau madona,” kata Boyke.

Ketika terjadi penetrasi, selaput dara akan mengikuti gerakan si penis. Kalau dia terdorong, akan masuk ke dalam. Kalau ketarik, akan keluar. Ia tak pernah robek.

Itulah mengapa disebut dengan madona atau dengan kata lain tidak pernah robek seumur hidup. Sehingga, berkali-kali pun wanita itu berhubungan seks, dia tetap perawan.

Hal itu terjadi dikarenakan enamonnya tadi tidak robek, walau sudah sering bercinta.

Jika Anda masih ragu, Dr. Boyke menyarankan membawa pasangan ke dokter spesialis kandungan. Biar jelas, apakah wanita yang Anda nikahi itu masih perawan atau tidak.

“Kita akan melihat, robekannya baru, robekan lama, robekan akibat jatuh dari sepeda, balet, atau hal-hal yang bisa merobek selaput darah,” kata Boyke melanjutkan.

Perubahan Fisik Yang Menandai Wanita Sudah Tidak Perawan?

Cara mengetahui masih perawan atau tidak perawan seorang wanita, bisa dilakukan dengan cara memperhatikan perubahan pada beberapa bagian tubuhnya.

Berikut perubahan fisik yang umumnya dialami wanita ketika sudah tidak perawanan:

  • Wanita tidak perawan Punggungnya kendur

Punggung wanita yang sudah tidak perawan umumnya tidak lagi kenyal teksturnya dan cenderung menjadi kendur ketika disentuh. Saat melakukan hubungan intim, hampir 90 persen hormon yang ada di bagian punggung akan tertumpu pada bagian kemaluan.

Ketika orgasme, otot punggung wanita pasalnya mengalami kontraksi dan menjadi tegang. Bagian tersebut kemudian kembali ke posisi semula. Semakin sering otot punggung tegang dan renggang, maka semakin besar kemungkinannya menjadi kendur.

  • Bawah mata hitam menandakan tidak perawan

Wanita yang sudah tidak perawan lagi biasanya memiliki mata dengan garis-garis halus berwarna hitam yang mewarnai bagian bawah kelopak matanya.

  • Bibir berkerut dan berwarna agak gelap

Wanita yang sudah tidak perawan juga umumnya memiliki bibir dengan warna kegelapan, tidak lagi merah merona. Bagian tersebut juga sangat mungkin terlihat pucat dan berkerut.

  • Dahi mengkilap dan Payudara membesar

Kemudian pertanda fisik berikutnya adalah dahi yang menjadi licin dan terlihat lebih mengkilap. Ukuran payudara wanitapun juga akan berubah menjadi lebih besar seiring dengan hilangnya keperawanan.

Kontroversi keperawanan

Bagaimanapun, menurut beberapa pakar, tanda keperawanan tidak bisa secara khusus diihat secara kasat mata.

Psikolog sosial dari International Health Care di University College London, Dr Petra Boynton mengatakan, keperawanan bukan kondisi medis walaupun secara anatomi, selaput dara yang robek kerap ditandai sebagai tanda keperawanan.

Menentukan apakah Anda perawan, tidak bisa ditentukan orang lain, sekalipun dokter. Keperawanan hanya bisa diketahui diri sendiri.

Begitu pun dengan Psikolog Seksual Zoya Amirin yang pernah menyatakan kalau keperawanan tidak bisa dilihat secara fisik seperti cara jalan dan sebagainya karena memang tidak ada tanda khusus dan orang lain tidak akan pernah tahu jika tidak mengatakannya sendiri. Ia sendiri mengungkap batasan keperawanan itu.