TIPS PASUTRI SEHAT - PASUTRISEHAT.COM

Waktu Bercinta Setelah Melahirkan Yang Perlu Diketahui Pasutri

bercinta setelah melahirkan, waktu bercinta setelah melahirkan, aturan bercinta setelah melahirkan, amankah bercinta setelah melahirkan, bolehkah bercinta setelah melahirkan, kapan boleh bercinta setelah melahirkan normal, waktu ideal bercinta setelah melahirkan, jarak bercinta setelah melahirkan, kapan bercinta setelah melahirkan, jarak berhubungan intim setelah melahirkan, kapan bisa bercinta setelah melahirkan, kapan boleh bercinta setelah melahirkan normal, bercinta dengan istri setelah melahirkan, berapa hari boleh bercinta setelah melahirkan, waktu yang tepat untuk bercinta setelah istri melahirkan, jangka waktu bercinta setelah melahirkan, jarak waktu bercinta setelah melahirkan, bolehkah bercinta setelah melahirkan, waktu tepat bercinta setelah melahirkan,

Perubahan kondisi fisik dan mental yang dialami seorang istri usai melahirkan bisa membuatnya tidak nyaman saat melakukan hubungan intim. Sebagai suami yang baik, kamu harus memahami hal tersebut dan mengetahui kapan waktu bercinta setelah melahirkan agar istri merasa nyaman.

Usai melahirkan, kadar libido istrimu dapat menurun. Hal ini bisa mengurangi keinginannya untuk berhubungan intim. Selain itu, rasa nyeri pada vagina atau jahitan di perut (jika dia menjalani operasi caesar) juga dapat membuatnya sakit ketika bercinta. Belum lagi hal-hal lainnya seperti masa nifas, kurang tidur, perubahan hormon, dan menyusui.

Kapan Waktu Bercinta Setelah Melahirkan?

Dokter menyarankan untuk menunggu hingga sebulan setelah melahirkan untuk berhubungan seksual. Jika vagina istrimu robek, atau menjalani episiotomi yang membutuhkan jahitan, atau melahirkan secara operasi caesar, disarankan untuk menunggu hingga 6 minggu setelah melahirkan.

Sebelum berhubungan seksual, pastikan sang istri sudah tidak mengeluarkan darah nifas. Bercinta ketika istrimu masih mengalami nifas bisa membuatnya berisiko terkena infeksi. Perhatikan pula jahitannya. Jika jahitannya belum pulih dengan sempurna, jahitan tersebut bisa saja terbuka.

Meski secara fisik sudah aman untuk berhubungan seksual, tetapi waktu bercinta setelah melahirkan tidak hanya diambil dari hal itu saja. Berhubungan intim juga harus disesuaikan dengan kesiapan mental sang istri.

Waktu bercinta setelah melahirkan berbeda-beda. Sebagian wanita ada yang sudah siap dalam waktu hitungan minggu, ada pula yang dalam beberapa bulan usai melahirkan, atau bahkan lebih lama lagi.

Selain mengetahui waktu bercinta setelah melahirkan, sebagai suami juga harus mengetahui perubahan fisik dan mental sang istri dan cara mengatasinya. Berikut penjelasannya:

  • Bentuk tubuh

Selama kehamilan berat badan istri mengalami kenaikan dan tidak turun begitu saja usai melahirkan. Ditambah lagi bekas jahitan yang bisa membuatnya tidak percaya diri atau kehilangan gairah.

Untuk mengatasinya, cobalah untuk mengembalikan kepercayaan dirinya dengan memuji fisiknya atau membelikannya lingerie agar dia merasa cantik dan seksi.

  • Hormon

Usai melahirkan, hormon estrogen di tubuh istrimu mengalami penurunan. Hal ini dapat menurunkan produksi cairan lubrikasinya, sehingga sang istri merasakan kesakitan dan mengurangi kenikmatan saat bercinta.

Sebagai suami, kamu bisa mencoba berbagai macam posisi seperti membiarkan istrimu berada di atas, sehingga dia bisa mengatur penetrasi.

  • Vagina

Jika istrimu melahirkan secara normal, dinding vaginanya dapat meregang. Hal ini bisa membuatnya kurang merasakan gesekan saat penetrasi, yang mana hal ini bisa membuat istrimu sulit terangsang sehingga mengurangi kenikmatan bercinta.

Biasanya, kondisi vagina dapat kembali normal dalam beberapa waktu. Untuk membantu proses pemulihan vagina, kamu bisa menyarankan istrimu untuk melakukan senam kegel.

Itulah waktu bercinta setelah melahirkan dan perubahan fisik dan mental sang istri yang perlu diketahui sang suami. Agar kehangatan Anda dan sang istri tetap terjaga, kamu bisa mencoba untuk berhubungan seksual ketika si kecil sedang tidur atau saat pagi hari. Jika istrimu memang belum siap untuk berhubungan intim, kamu jangan memaksanya. Kamu masih bisa bercumbu dengannya seperti berciuman, berpelukan, atau melakukan pijatan sensual. Ingat, kondisi ini hanya sementara.